Beranda Berita Uji Ke-STAIMA-an Menuai Kritik Mahasiswa Semester 6

Uji Ke-STAIMA-an Menuai Kritik Mahasiswa Semester 6

375
1
uji ke-staima-an dibahas dalam diskusi mahasiswa semseter 6
diskusi membahas uji ke-staima-an yang akan di audiensikan Sabtu, 28 Februari 2020

Berita Kampus (Prisma),-

Mahasiswa smester 6 mengkritisi adanya uji ke-STAIMA-an yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Prisma, kegiatan tersebut merupakan realisasi dari Agenda akademik pada semester 6 yang sudah tercantum dalam Kalender Akademik STAIMA Kota Banjar.

Selain itu, agenda yang merupakan salah satu syarat untuk bisa mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, sudah direncanakan dengan baik melalui rapat bersama yang dilakukan oleh dosen-dosen terkait.

Namun meski demikian, mahasiswa tetap merasa janggal dengan adanya ujian tersebut, sampai saat ini para mahasiswa belum mengetahui seperti apa uji Ke-STAIMA-an dan masih mempertanyakan tujuan dari ujian tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Bima Zarkasyi Ketua Departemen Advokasi dan Humanisasi, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurusan Tarbiyyah, yang mengherankan adanya uji ke-STAIMA-an dalam kalender akademik semester 6.

Mahasiswa Masih Bingung Seputar Uji Ke-STAIMA-an

Bima yang juga salah satu mahasiswa semester 6 mengatakan, ujian tersebut belum memiliki kejelasan, khususnya bagi mahasiswa yang akan menlaksanakan ujian belum mendapatkan sosialisasi yang jelas.

“Adanya Uji Ke-STAIMA-an belum jelas, kita belum tau ujiannya seperti apa, seharusnya kan disosialisasikan dulu, jangan hanya pemberitahuan saja,” kata Bima kepada Prisma. Rabu (19/02/2020).

Selain itu, mahasiswa yang juga aktif di PMII ini mengatakan, mahasiswa sementara ini hanya dapat menduga-duga pelaksanaan ujian tersebut.

“Kalau uji ke-STAIMA-an itu praktek ibadah, seharusnya dilaksanakan ketika Ospek atau PBAK, atau mungkin setelahnya,” ujarnya.

Mahasiswa Semester 6 Akan Melakukan Audiensi

Hal senada disampaikan Nurul Huda, Mahasiswa Jurusan Syari’ah semester 6, ia mengaku kaget dengan adanya surat pemberitahuan yang beredar, hal itu karena kebanyakan belum tahu maksud dari ujian tersebut.

“Saya pribadi kaget dan bertanya-tanya dengan adanya surat edaran, tentang akan dilaksanakanya uji ke-STAIMA-an, sedangkan tidak ada sosialisasi kepada mahasiswa semester 6, jadi wajar saja klau banyak yang bingung,” katanya.

Huda juga menambahkan, untuk membahas persoalan tersebut, para mahasiswa akan melakukan audiensi terhadap panitia penyelenggara dan pihak kampus.

“surat audiensi tersebut telah   di layangkan ke pihak terkait dan telah mendapat jawaban untuk bisa berdiskusi bersama dengan pihak terkait pada hari sabtu 22 februari 2020,” jelasnya.

Kemudian Huda juga berharap melalui audensi, semua pihak dapat hadir untuk bermusyawarah dengan para mahasiswa, sehingga mahasiswa terkhusus semester 6 segera mendapat kejelasan.

“Saya berharap dengan adanya audiensi yang dijembatani oleh pengurus HMJ, bisa menemukan titik cerah untuk mahasiswa semester 6, supaya tidak timbul asumsi-asumsi yang negatif nantinya.” Pungkasnya.(Hendra/Red1/Prisma)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here