Beranda Edukasi Sejarah Mapala STAIMA, Sejak Berdiri Sampai Mati Suri

Sejarah Mapala STAIMA, Sejak Berdiri Sampai Mati Suri

153
1
sejarah mapala staima kota banjar
deklarasi berdirinya mapala di Curug Bandung, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Foto : Istimewa

MAPALA atau Mahasiswa Pecinta Alam Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahun Huda Al-Azhar (STAIMA), sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di STAIMA telah berdiri sejak 08 Januari 2013.

UKM MAPALA  terbentuk dari sebuah ide dari seorang aktivis terkemuka pada masa itu, Tsabit Andre Habibi atau yang akrab dipanggil Sahabat Sabit dan merupakan Ketua Komisariat PMII STAIMA.

Seorang orator ulung dan orang yang terkenal dengan analisa kritisnya ini, mulai memiliki ide untuk membentuk MAPALA karena situasi pada masa itu, menurutnya penuh dengan “intrik” dan “konflik” sehingga ia memutuskan untuk membuat sebuah wadah baru.

Tsabit mencita-citakan sebuah wadah yang dapat menampung mahasiswa dari berbagai kalangan dan berbagai kelompok dan melalui itu, ia berharap para mahasiswa dapat berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga : Puluhan Mahasiswa Kembali Tidak Mendapat Kejelasan Mengikuti PPL

UKM MAPALA kemudian menjadi pilihan sebagai satu wadah di tengah-tengah kejenuhan terhadap situasi yang dialami mahasiswa pada masa itu.

Kegiatan di alam bebas mampu menenangkan kegelisahan manusia, selain itu seseorang dapat semakin yaking dengan kekuasaan tuhan dan dapat berekspresi dengan lepas di alam bebas.

Karena itulah akhirnya terbentuk UKM MAPALA STAIMA di Curug Bandung, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dengan anggota berjumlah 11 orang dan ketua pertamanya Anggi Wiyogo.

Kemudian 10 anggota lainya yaitu, Ihsan, Enung Mulyani, Novi Nurhasanah, Nur Baeti, Riswandi, Radi, Nurhayati, Jaka, Fitri, Tsabit Andre Habibi, Khoerom Munasir.

Seiring berjalanya waktu, proses rekrutmen anggota terus dilakukan, cara yang sisitematis dan profesional berdasarkan pengalaman organisasi dan riset akademis mulai dibangun.

Tertib organisasi juga mulai dibuat, Anggaran Dasar Mahasiswa Pecinta Alam STAIMA, proses rekrutmen serta pelatihan anggota baru berjalan dengan dinamis.

Mapala Sempat “Mati Suri” dan Sempat Dihidupkan Kembali

Seperti halnya organisasi pada umumnya, mapalapun mengalami hambatan, setelah satu tahun berjalan, organisasi yang masih sangat muda ini kurang mendapat dukungan dari pihak kampus, sehingga sempat membuat perjalanan organisasi terhenti selama satu tahun.

Sampai pada tanggal 30 April 2015, MAPALA STAIMA mulai dihidupkan kembali, menyusutnya anggota menjadi sampai tersisa dua orang yaitu Yayat Rahmawan dan Nuzul, menjadi motivasi besar pengurus untuk melakukan regenerasi, Dari situ organisasi mulai berjalan kembali.

Perekrutan anggota dan kegiatan-kegiatan mulai digelar kembali, Hingga terkumpulah struktur organisasi yang beranggotakan 7 orang dengan yayat rahmawan sebagai ketuanya.

Kegiatan Mapala STAIMA umumnya berkisar pada kegiatan di alam terbuka (outdoor activities), olahraga, dan lingkungan. Kegiatan di alam terbuka ini meliputi pendakian gunung, jelajah hutan, dan bakti sosial.

Di antara semua yang telah disebutkan, hanya kegiatan pendakian gunung dan jelajah hutan yang bukan merupakan satu divisi khusus. Pendakian gunung dan jelajah hutan adalah salah satu kegiatan dan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh tiap anggota.

Tahun pertama MAPALA STAIMA “hidup” kembali, sudah bisa melaksanakan Diklat Anggota yang berjumlah 6 orang. Sampai pada tahun kedua perekrutan Anggota MAPALA STAIMA berjalan semakin massif, hingga bisa mendapatkan 31 pendaftar calon anggota.

Akhirnya Mati Suri “Lagi”

Lagi-lagi karna kurang dukungan dari puhak kampus, banyak sekali rencana kegiatan MAPALA STAIMA yang tidak bisa diselenggarakan. hingga pada akhirnya menghilangkan semangat juang dari para anggota yang sudah ada, akhirnya membuat Mapala STAIMA kembali pada masa kelamnya.

Sampai saat ini, Unit Kegiatan Mahasiswa MAPALA STAIMA Kota Banjar Masih ada di kampus ini. Menunggu orang yang tepat dan penguasa yang bijaksana untuk bisa memajukan mahasiswa pecinta alam STAIMA.

Dengan harapan, melalui orang-orang tersebut, bisa membangun Mapala STAIMA untuk berusaha membangun kembali idealisme di kalangan mahasiswa secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Ahmad Mungalim, Jum’at, 31 januari 2020.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here