Beranda Puisi Rintih Pertiwi – Oleh Ellya Clarasita Devi

Rintih Pertiwi – Oleh Ellya Clarasita Devi

251
1
Ilustrasi rintih pertiwi untuk puisi karya Ellya
ilustrasi Rintihan Ibu Pertiwi dalam puisi Rintih Pertiwi karya Ellya Clarasita Devi

Sastra Puisi (Prisma),-

Tetes darah bercucuran
Keringat mengucur tak karuan
Hanya karena sebuah perdebatan
Tampa tahu sebab perbuatan

Nusantaraku…
Lihatlah ibu pertiwimu
Tengoklah patriot terdahulu
Mereka merintih meneteskan pilu
Jiwa raga rela mereka tukarkan
Hanya demi sebuah kemerdekaan
Yang telah di idam-idamkan
Semenjak masa penjajahan

Wahai negri…
Bukan ini yang kami nanti
Bukan perdebatan yang anarki
Tapi Kemerdekaan yang sejati

Liatlah kesanah
Saudara kita sedang berduka
Si merah yang membabi buta
Melalap intan yang kita punya

Lihatlah ke timur!
Mereka yang sedang bertempur
Mempertahankan negri agar tak hancur
Demi negri tetap mujur

Melihatmu sedang terguncang
Banyak di luar sanah yang riang
Sedang peluh pertiwimu terguncang
Pahlawan tak akan tertidur tenang

Mari kita bersama kita renungkan
Apakah yang terjadi gerangan
Mungkin cobaan dan ujian
Ataukah peringatan Tuhan ?

Ellya Clarasita Devi, 25 september 2019

Rintih Pertiwi Dalam Makna Oleh Ahmad Mungalim

Puisi Rintih Pertiwi karya sahabat Ellya ini merupakan puisi ungkapan kekecewaan atas sekelumit persoalan yang timbul karena Anak Negeri, yang sebenarnya dipundaknya terpanggul cita-cita kemerdekaan Indonesiaan.

Kemerdekaan yang dirasakan sekarang seakan hanya sebatas kemerdekaan semu, jauh dari kemerdekaan sejati, di mana masih banyak ketidaksejahteraan dinegeri ini yang justeru karena kelalaian dari anak negeri sendiri.

Dalam Rintih Pertiwi Ellya mengajak kepada kita mengingat sejarah perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan.

Mereka menumpahkan darah demi masa depan bangsa yang mereka cintai, mereka merelakan nyawa demi kemerdekaan untuk para penerus bangsa.

Namun, Ellya melalui puisinya seakan kecewa, banyak anak bangsa yang hanya menikmati kemerdekaan tanpa berfikir dan berusaha memperjuangkan cita-cita kemerdekaan yang ada dipundaknya.

Seperti apatis terhadap hal-hal yang merusak kemerdekaan itu sendiri, semangat merawat kemerdekaan seakan mulai surut dalam jiwa anak negeri.

Mayoritas anak negeri sepeti lebih suka berdebat, dalam artian debat yang tak berarti “Perdebatan Anarki”, tidak berfikir dalam karya, dalam usaha dan semangat perjuangan.

Selain itu, Ellya dalam puisinya Rintih Pertiwi ini, mengajak bersyukur atas kedamaian yang masih bisa bertahan sampai saat dini di bawah gempuran cobaan dari segala arah yang bisa saja memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa.

Ellya berusaha menggambarkan kehidupan negeri-negeri yang tak pernah damai sebagai satu cerminan, supaya kita sebagai masyarakat Indonesia bisa tetap mempertahankan kedamaian dan memperjuangkan cita-cita Kemerdekaan Indonesia sebagai suatu kemerdekaan yang sejati.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here