Beranda Berita Puluhan Mahasiswa Kembali Tidak Mendapat Kejelasan Mengikuti PPL

Puluhan Mahasiswa Kembali Tidak Mendapat Kejelasan Mengikuti PPL

161
2
puluhan mahasiswa melakukan rapat
LPPM dan Puluhan Mahaswa Sedang Melakukan Rapat Soal PPL di Ruang Rapat Kampus. Foto : Alim/Prisma

Puluhan mahasiswa calon peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Syari’ah Stai Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar, belum bisa dipastikan bisa mengikuti kegiatan PPL pada tahun ini.

Menurut salah satu mahasiswa jurusan syari’ah, Suhendra, yang juga salah satu calon peserta PPL STAIMA tahun 2020 menjelaskan, berbagai permasalahan tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi antara mahasiswa dan pihak kampus.

Selain itu panita penyeleggera PPL terkesan plin-plan dalam membuat kebijakan, menurut hendra kebijakan sebelumnya soal gelombang dua, sudah dapat diterima oleh mahasiswa.

“saya kira antara Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kurang komunikasi, jadinnya kebijakan gelombang dua yang sebelumnya ditetapkan tidak jelas, dan mahasiswa syari’ah sampai sekarang banyak yang belum mendapat kejelasan,” kata Hendra kepada Prisma, Senin (03/02/2020).

Kebijakan pendaftaran gelombang dua, sebelumnya sempat disampaikan pihak LPPM kepada puluhan mahasiswa dalam audiensi 31 Januari 2020, namun ketika dikomunikasikan terhadap pihak Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, kebijakan tersebut di tolak

“Ketika acara penerimaan di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kota Banjar, pihak pengadilan tidak menghendaki adanya gelombang satu dan dua, tapi di sekaliguskan saja, ini kan terkesan komunikasinya tidak selesai antara pihak kampus dengan pihak-pihak terkait,” ujar hendra.

Puluhan Mahasiswa Kembali Khawatir Soal PPL

Akhirnya, kata hendra, mahasiswa yang tadinya merasa cukup lega dengan kebijakan sebelumnya, kembali khawatir proses perkuliahanya terhambat.

“tadinya puluhan mahasiswa yang belum terdaftar di gelombang pertama sudah cukup lega, dan bisa mempersiapkan segala sesuatu terlebih dahulu, tapi sekarang pusing lagi, bahkan yang sudah terdaftarpun bisa di coret,” katanya.

Kemudian, Kukun Abdul Syakur, SH. MH. Ketua Program Studi Ahwal Asy-Syahsiyah (AS), sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam rapat bersama mahasiswa di ruangan rapat Kampus STAIMA, menyampaikan kebijakan baru yang berasal dari DPL terhadap mahasiswa yang PPL di Pengadilan Negeri.

Ia menjelaskan, mahasiswa yang PPL dibawah bimbingannya akan melaksanakan ceremony penerimaan secara bersamaan pada tanggal 14 Februari 2020.

Baca Juga : Aspirasi Mahasiswa Soal PPL Mendapat Tanggapan Ketua STAIMA

“Untuk mahasiswa yang PPL di Pengadilan Negeri disamakan saja penerimaanya tanggal 14 nanti, dan semuanya besok tanggal 5 berangkat, kalau tidak di coret,” jelasnya.

Miftahuddin, Selaku LPPM STAIMA menyatakan pihaknya pasrah terhadap kebijakan tersebut, persoalan mahasiswa yang belum terdaftar di Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama disarankan untuk PPL tahun berikutnya.

“kalau sudah begitu, kita dari pihak kampus tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu permintaan dari instansi terkait, ya kalau tidak bisa sekarang tahun depan saja,” pungkasnya dengan nada tegas. (Alim/Red1/Prisma).

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here